24 Juli 2024
Sadis, Seorang Pemuda Mengamuk, Akibatkan Tujuh Orang Luka Luka, Tiga Meninggal Dunia

Sadis, Seorang Pemuda Mengamuk, Akibatkan Tujuh Orang Luka Luka, Tiga Meninggal Dunia

Kediri, demonstran.id – Sadis begitulah yang bisa dikatakan terhadap seorang pria warga Dusun Bangunmulyo Desa Pojok Kecamatan Wates Kabupaten Kediri yang telah membabi buta melakukan pembacokan terhadap keluarga dan tetangganya, Senin (7/3/22).

Pelaku pembacokan itu ialah Rianto (35) warga setempat.

Pelaku saat itu mengamuk dengan membawa sebilah sabit ditangannya. Akibat amukan Riyanto itu, menyebabkan 6 orang terluka, 1 kritis dan 3 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha Putra saat dikonfirmasi terkait kronologi kejadian mengatakan berawal dari pelaku yang mendatangi Nurkolis (ketua RT) menanyakan keberadaan anaknya Nurkolis, melihat gelagat pelaku yang mencurigakan kemudian Nurkolis melarikan diri menuju kerumah Abdul Azis yang merupakan mertuanya dan mengunci pintu pintu rumah bagian depan dan belakang akan tetapi oleh pelaku pintu rumah bagian belakang tersebut berhasil didobrak.

“Setelah berhasil mendobrak pintu belakang, pelaku langsung masuk ke dalam rumah selanjutnya korban yang bernama Abdul Azis keluar dari kamar oleh pelaku langsung diserang dengan cara membacokkan sebilah sabit dan mengenai pada bagian pipi sebelah kanan dan pada bagian leher yang mengakibatkan urat nadi putus dan korban meninggal dunia saat dibawa ke RS Bhayangkara Kediri,” terang Kasat Reskrim Polres Kediri AKP. Rizkika Atmadha Putra.

Setelah menebaskan sabitnya ke korban Abdul Azis, saat bersamaan datang Komariatun yang bermaksud untuk melerai akan tetapi korban langsung dibacok oleh pelaku, setelah korban melakukan pembunuhan dan penganiayaan di TKP 1 selanjutnya pelaku menuju ke rumah Kasianto ( TKP II ) pada saat bertemu dengan Kasianto, pelaku langsung melakukan penganiayaan terhadap korban.

“Saat korban Kasianto dianiaya oleh Pelaku, istri korban bernama Siti Mujayanah berusaha melerai namun pelaku langsung melakukan pembunuhan terhadap korban Siti Mujayanah dan pada saat itu datang Riyanti, Lailatul Saniyah serta Kristiono yang bermaksud untuk menenangkan Pelaku akan tetapi Pelaku malah secara membabi buta menyerang ketiganya yang mengakibatkan luka -luka serius,” lanjutnya.

Belum puas melakukan aksinya tersebut, selanjutnya pelaku menuju ke Rumah Poniran yang mana pada saat menuju ke Rumah Poniran ( TKP III ) pelaku mendapati Korban yang bernama Trinah dan langsung menyerang dengan membabi buta yang mengakibatkan korban meninggal di tempat dengan luka bacok di tengkuk leher belakang.

Setelah selesai di ( TKP III ) selanjutnya pelaku menuju ke (TKP IV) pada saat di TKP IV Pelaku melakukan penganiayaan kepada kedua orang tauanya yang bernama Siswo dan Tuminah.

“Selesai menganiaya orang tuanya, pelaku kemudian membersihkan diri dan selanjutnya menunaikan ibadah sholat Dzuhur di kamar dan pada saat Sholat Dzuhur pelaku diamankan oleh warga masyarakat dan anggota polsek wates,” imbuhnya.

Selanjutnya pelaku digelandang ke Mapolsek Wates guna proses penyidikan lebih lanjut.

” Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Kejahatan terhadap jiwa orang dan atau penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan luka , sebagaimana dimaksud dalam bunyi Pasal 338 KUH Pidana. dan atau 351 ayat ( 3 ) KUHPidana,” pungkasnya.(yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *