25 Juni 2024
Sopir Truk Warga Tugurejo Meninggal Dunia Saat Antri Bongkar Muatan

Sopir Truk Warga Tugurejo Meninggal Dunia Saat Antri Bongkar Muatan

Kediri, demonstran.id – Moch. Usman (52) seorang sopir warga Dusun Luksongo RT.005 RW.005 Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri ditemukan meninggal dunia didalam truk yang dikendarainya, saat berada di gudang pupuk petrokimia Gresik yang berada di Dusun Ngrancangan Desa Wonojoyo Kecamatan Gurah, Senin (19/7) sekira pukul 09.00.

Kapolsek Gurah Polres Kediri AKP. Purnomo mengatakan bahwa korban sebelumnya dari Surabaya kemudian ke gudang tersebut dengan mengendari truk dengan nopol L 9553 UY, korban sampai di gudang pada pukul 03.00 WIB dinihari.

“Sekira jam 06.30 WIB saksi 1 mengetahui korban tidur bersandar di ruang kemudi truk terlihat kakinya yang disandarkan diatas kemudi bergetar-getar akhirnya oleh saksi 1 didatangi lalu di bangunkan namun tidak bangun dan tetap saja akhirnya saksi memanggil saksi 2 (anaknya) bersama-sama membangunkan korban, namun korban tetap tidak bangun,” terang Kapolsek Gurah AKP Purnomo.

Lebih lanjut AKP Purnomo menambahkan karena tidak bangun saat dibangunkan, akhirnya oleh saksi 1 korban diturunkan dari ruang kemudi dan ditidurkan diatas lincak (kursi panjang yang terbuat dari bambu) dengan ditunggui oleh saksi 2. Selanjutnya oleh saksi dipanggilkan pihak kesehatan namun saat petugas kesehatan datang dan melihat kondisi korban ternyata sudah meninggal dunia. Tidak ingin terjadi sesuatu pada korban selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gurah.

” Petugas yang mendapatkan laporan tersebut langsung menuju ke lokasi kejadian bersama dokter dari Puskesmas Gurah guna melakukan olah TKP serta pemeriksaan pada tubuh korban,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis pada tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan pemeriksaan tim Inafis Polres Kediri dan petugas kesehatan desa menyimpulkan bahwa korban murni meninggal dunia secara wajar dan tidak di temukan tanda – tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban, korban meninggal karena sakit, ” ujarnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh keluarga korban, bahwa korban mempunyai riwayat sakit diabet dan darah tinggi yang sebelumnya pada hari Jum’at korban sudah dalam keadaan sakit panas dingin dan diperiksakan ke Bidan Desa tempat tinggal korban.

“Atas kejadian tersebut dari keluarga korban menerima musibah tersebut dengan iklas dan membuat surat pernyataan selanjutnya korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga,” pungkasnya.(yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *