24 Juli 2024
Ribuan Pil Dobel L Berhasil Diamankan Dari Dua Pengedar Di Kediri

Ribuan Pil Dobel L Berhasil Diamankan Dari Dua Pengedar Di Kediri

Kediri, demonstran.id – KAP (24) dan BP (22) keduanya warga Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, berhasil diringkus petugas Satresnarkoba Polres Kediri Kota. Keduanya diringkus petugas lantaran diduga telah kengedarkan barang terlarang yakni narkoba jenis pil dobel l. Hal ini terbukti saat keduanya diamankan petugas berhasil mengamankan barang bukti dari tangan tersangka sebanyak 16.750 butir pil dobel l.

Kasat Res Narkoba Polres Kediri Kota AKP Ipung Hariyanto S.H. didampingi Kasi Humas Polres Kediri Kota Ipda Nanang Setyawan S.H. mengungkapkan penangkapan kedua tersangka merupakan tindak lanjut dari informasi dari masyarakat.

” Berkat informasi dari masyarakat yang merasa resah dengan peredaran narkoba, petugas selanjutnya kelakukan serangkaian penyidikan danberhasil mengamankan KAP., Tersangka saat diamankan berada di rumahnya di Kecamatan Tarokan,” terang Kasatresnarkoba Polres Kediri Kota AKP. ipung Haryanto, S.H.

Lebih lanjut AKP Ipung mengatakan bahwa dari hasil penggeledahan terhadap tersangka KAP, petugas berhasil menyita barang bukti 16 bungkus plastik yang berisi 1000 butir pil dobel l per bungkus. Selain itu petugas juga mengamankan 1 bungkus plastik berisi 150 butir pil dobel l.

” Berdasarkan keterangan dari tersangka KAP yang telah ditangkap terlebih dahulu, mengaku telah menjual obat jenis pil dobel L tersebut kepada tersangka BP. Petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap BP di rumahnya di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri,” tambahnya.

Dari tangan tersangka BP petugas berhasil mengamankan barang bukti satu bungkus plastik isi 600 butir obat jenis pil dobel L dan sebuah ponsel yang digunakan sebagai barang bukti. Saat ini kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan di Satresnarkoba Polres Kediri Kota.

Berdasar pengakuan, kedua tersangka mengaku menjual pil dobel L karena ekonomi. Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat dengan pasal 196 Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Kedua tersangka mengaku menjual pil dobel l karena faktor ekonomi. Tersangka mendapatkan keuntungan sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu,” pungkasnya.(yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *