13 April 2024
Pekerja Migran Pulang Ke Kediri Wajib Isolasi

Pekerja Migran Pulang Ke Kediri Wajib Isolasi

Kediri, demonstran.id – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru datang dari Malaysia telah dijemput tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri (17/7). Zaenal (33), Warga Kelurahan Ngampel tersebut tiba di Surabaya pada12 Juli 2021. Kemudian diwajibkan isolasi selama lima hari di UPT Asrama Haji Sukolilo. Untuk diketahui bahwa BPBD Kota Kediri sudah menjemput 46 PMI sejak 1 Mei 2021.

Kepulangan para pekerja migran itu diatur dalam Instruksi Mendagri Nomor 10 tahun 2021. Dalam aturan tersebut, Mendagri menginstruksikan kepada kepala daerah untuk melakukan pengawasan masuknya PMI dengan berkoordinasi unsur terkait. Indun Munawaroh, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri menerangkan bahwa penjemputan dapat dilakukan apabila Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya memberikan lampu hijau. “Setelah PMI tiba akan dilakukan tes swab. Kalau PMI yang bersangkutan negatif Covid-19 maka bisa kami jemput, tetapi kalau positif akan dirawat di RS Lapangan Indrapura”, jelas Indun (17/7).

“Setelah kami lakukan penjemputan, PMI tersebut belum boleh langsung pulang ke rumah karena wajib melakukan isolasi terlebih dahulu selama lima hari di kelurahan”, imbuhnya. Pada hari kelima, PMI akan dites swab oleh Puskesmas setempat sebelum akhirnya kembali ke rumah. “Kalau hasil tes menunjukkan negatif, maka bisa pulang ke keluarganya. Jika positif dan tanpa gejala maka akan dirujuk ke BLK tempat isolasi terpusat. Jika keluhannya ringan dirujuk ke RS Kilisuci. Jika berat ke RSUD Gambiran”, terang Indun.

Saat ini Zaenal sedang menjalani isolasi di Gedung Paud Kelurahan Ngampel dengan didampingi Suparmin, Kasi Trantib. “Saat ini yang bersangkutan dalam kondisi sehat. Sebelum memasuki ruangan sudah kami semprot desinfektan, memakai handsanitizer dan tetap jaga jarak” jelas Koestanto, Lurah Ngampel (18/7). Pihaknya juga mengedukasi Zaenal agar menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah supaya tidak menjadi carrier virus bagi masyarakat sekitar. “Kami juga menganjurkan untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi supaya asupan vitamin D tercukupi, sehingga menambah daya imunitas tubuh” lanjut Kuswanto.

Zaenal melakukan perjalanan dari Negeri Jiran lalu transit di Singapura sebelum akhirnya ¬landing di Surabaya. Setibanya di Surabaya ia langsung menjalani swab dan proses karantina selama lima hari. “Habis Saya swab hasilnya negatif lalu Saya langsung dijemput sama BPBD dan diantar ke kelurahan. Sekarang Saya masih dikarantina di Paud Kelurahan dan menunggu swab”, paparnya (18/7). Selama menjalani karantina ia mengaku mendapatkan fasilitas yang baik berupa ruangan yang luas, tempat tidur dan kamar mandi dalam. “Untuk makan dibantu sama PPKM kecamatan 3 kali sehari” tambahnya. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Kediri melalui BPBD yang telah sigap menjemput PMI tanpa dipungut biaya.(glh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *