22 Juli 2024
Calon Modin Perempuan Dibekali Tata Cara Pemulasaraan Jenazah

Calon Modin Perempuan Dibekali Tata Cara Pemulasaraan Jenazah

Kediri, demonstran.id – Peran petugas pemulasaraan jenazah dinilai penting, namun jumlah petugas pemulasaraan perempuan atau modin perempuan di Kota Kediri masih sangat terbatas. Untuk itu, Pemerintah Kota Kediri melalui Bagian Kesra mengadakan Pembinaan Calon Modin Perempuan tentang tata cara pemulasaraan jenazah perempuan di Grand Panglima, Kamis (31/3).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud kepedulian dan perhatian Pemerintah Kota Kediri dalam melayani kebutuhan masyarakat, khususnya dibidang keagamaan. Sesuai ‘tagline’ Harmoni Kediri The Service City, Pemerintah Kota Kediri ingin selalu memberikan pelayanan terbaik dan bisa hadir di tengah-tengah masyarakat. Hal ini disampaikan Kepala Bagian Kesra, Ahmad Jaenudin ketika memberi sambutan di hadapan para peserta.

Ia melanjutkan, sesuai arahan dari Walikota Kediri proses pemulasaraan jenazah perempuan hendaknya mengikuti syariat islam, di mana salah satunya pengurus jenazah perempuan juga harus perempuan. “Banyak kita temui di lapangan apabila ada jenazah perempuan biasanya kurang cepat terkoordinir. Selain itu, sebagian besar juga masih dipandu oleh laki-laki. Untuk itu, pelatihan hari ini perlu dilaksanakan agar nantinya di setiap kelurahan ada modin perempuan yang bisa membantu mengurus jenazah perempuan sesuai syariat islam. Modin perempuan nantinya hanya bertugas memandikan dan mengkafani, diluar itu yang bertugas tetap modin laki-laki,” ungkapnya.

Pelatihan diikuti calon modin perempuan dan perwakilan Pokja I TP PKK kelurahan se-Kota Kediri. Diharapkan, dengan adanya pembinaan tersebut para peserta bisa menyampaikan informasi yang telah diperoleh serta bisa mengimplementasikan langsung kepada masyarakat. Jaenudin menambahkan, pelatihan hari ini merupakan pembinaan awal dan akan ada pembinaan lebih lanjut. “Nantinya para peserta yang sudah dilatih diharapkan menjadi koordinator dan membentuk tim di masing-masing RW sehingga minimal per RW ada tim pemulasaraan jenazah perempuan agar hal ini bisa lebih massive lagi,” pungkasnya.

Pelatihan diisi paparan Nuhdi Futuhal Arifin, penyuluh Agama Islam dari Kementrian Agama Kota Kediri. Di dalam pertemuan tersebut disampaikan metode tata cara memandikan hingga mengkafani jenazah.(glh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *