13 April 2024
BPBD Kota Kediri Semprot Desinfektan di Lokasi Terpapar Covid-19

BPBD Kota Kediri Semprot Desinfektan di Lokasi Terpapar Covid-19

Kediri, demonstran.id – Hari ini, Minggu (27/06) pagi, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Kediri melakukan penyemprotan desinfektan (spraying) di salah satu gang yang terdapat kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kelurahan Pocanan, Kota Kediri. Dengan gang lebar seukuran kendaraan roda 3, Tim URC menjangkau area penyemprotan dengan selang yang terhubung tangki berisi desinfektan. Area penyemprotan difokuskan pada teras rumah warga dalam satu gang. Selain Kelurahan Pocanan, spraying terjadwalkan di 11 kelurahan lain.

Prioritas lokasi spraying berpanduan rilis Walikota Kediri di Instagram. “Pak Wali merilis data konfirmasi di story instagram beliau, dan kami langsung konfirmasi ke Tim Posko PPKM Mikro yang ada di kelurahan,” jelas Indun Munawaroh, Plt. Kepala BPBD Kota Kediri. Lanjut, BPBD Kota Kediri berkoordinasi dengan Tim Posko PPKM Mikro tepat lokasi yang harus dilakukan spraying. “Kami siap standby 24 jam di Mako untuk antisipasi ada permintaan spraying mendadak,” tambah Indun. Fasilitas umum yang menimbulkan kerumunan seperti pasar juga tak luput dari spraying. Selain itu, BPBD Kota Kediri mendapat permintaan spraying di instansi-instansi.

Indun mengatakan, penyemprotan desinfektan sebagai salah satu bentuk ikhtiar memutus rantai penyebaran virus COVID-19. Sejak gelombang pertama COVID-19 ada di Kota Kediri, BPBD diberi amanah oleh Pemkot Kediri untuk melakukan spraying setiap hari. “Mas Abu mengarahkan setiap hari tetap melakukan penyemprotan meskipun beberapa waktu lalu tidak ada kasus konfirmasi di Kota Kediri” jelas Indun. Dalam sehari, tim URC rata-rata menghabiskan 500 liter desinfektan yang terbagi jadi 2 kendaraan. “Efektifnya penyemprotan dilakukan 2 hari sekali di tempat yang sama. Sisanya perlu ada patuh prokes dari masyarakat,” ujar Indun.

Sementara itu, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan agar warga Kota Kediri saling menjaga anggota keluarga, dengan mengurangi mobilitas yang tidak perlu, terutama jika di keluarga terdapat kelompok rentan. “Beberapa waktu terakhir, terjadi kluster keluarga dengan riwayat perjalanan dan menerima tamu. Maka tetap kurangi mobilitas yang tidak perlu, dan patuh protokol kesehatan,” ujar Abdullah Abu Bakar. Tambahnya, langkah pencegahan dan penanganan COVID-19 yang dilakukan Pemkot Kediri akan berhasil disertai dukungan warga Kota Kediri.(glh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *