24 April 2024
Lonjakan Angka Covid-19 Juga Terjadi di Kota Kediri

Lonjakan Angka Covid-19 Juga Terjadi di Kota Kediri

Kediri, demonstran.id – Tren lonjakan kasus Covid-19 dalam kurun waktu terakhir ini juga dirasakan oleh kota Kediri Kediri Jawa Timur. Mobilitas masyarakat yang sudah mulai tinggi beserta penerapan protokol kesehatan yang mulai turun menjadi pemicu atas lonjakan yang terjadi pada bulan Juni ini.


Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri, Fauzan Adima mengatakan, terakhir kali, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengumumkan melalui media sosial instagram, sebanyak 21 orang dikonfirmasi positif, Selasa (22/6) kemarin.


Fauzan menjelaskan, tren meningkatnya kasus Covid-19 di luar Kota Kediri sudah mulai dirasakan mulai Selasa (15/6) lalu. Dari awalnya kasus aktif berada di angka 10 orang ke bawah, kini meningkat menjadi belasan hingga puluhan orang. “Biasanya per minggu hanya 8 sampai 5 kasus, namun per minggu ini sudah menginjak 10 sampai 15 kasus,” katanya, Kamis (24/6).


Tren peningkatan ini menurutnya terjadi karena mobilitas warga yang cenderung meningkat setelah menahan diri di momentum Hari Raya Idulfitri. Pergerakan penduduk yang tidak bisa diawasi ini menjadi persoalan lama yang sulit diatasi. Perihal ini mengakibatkan perpindahan penularan virus dari daerah zona merah seperti salah satunya Bangkalan Madura ke daerah-daerah di sekitarnya.


Selain perpindahan penduduk, Fauzan menduga varian baru Covid-19 sudah masuk di Kota Kediri. “Salah satu penyebab adanya varian baru Covid-19. Meskipun kami belum memastikan apakah varian baru masuk ke Kota Kediri atau belum, tapi dengan adanya mobilisasi dan aktivitas masyarakat yang banyak dilakukan. Sehingga membawa masuk virus, selain itu juga ada pekerja migran yang sudah pulang ke kabupaten atau kota bisa berpotensi membawa masuk virus,” papar pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri.


Berdasar keterangan Juru Bicara GTPP Covid-19, tracing saat ini dilakukan pada 10 orang kontak erat terdekat. “Kami tetap menggunakan metode lama, dengan swab pada 10 kontak erat terdekat,” tutupnya.
Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri, Komisi C, Ashari mengaku sudah mengkhawatirkan peningkatan Covid-19 sejak beberapa pekan lalu. Secara pribadi dia memang berharap jika penambahan sedikit kasus yang disampaikan Wali Kota Kediri melalui media sosial beberapa pekan lalu benar-benar fakta.
Sebab dari beberapa isu yang beredar tracing atau pelacakan dengan cara tes usap tidak dilakukan pada kontak erat dan hanya diminta untuk melakukan isolasi mandiri. “Kami harap tracing dengan tes usap tetap diberlakukan. Jangan sampai nanti ternyata ada ledakan kasus,” tegasnya.


Diketahui, pada pemutakhiran terbaru, Selasa (22/6) di laman https://corona.kedirikota.go.id/ ada sebanyak 23 kasus aktif di Kota Kediri. Namun penambahan tersebut belum dijumlahkan dengan rilis Wali Kota Kediri melalui media sosialnya, sebanyak 21 kasus tambahan.(glh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *