2 Februari 2023
Waspadai Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti, Tiga Bulan Terakhir Sudah 72 Kasus

Waspadai Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti, Tiga Bulan Terakhir Sudah 72 Kasus

Kediri, demonstran.id – Memasuki musim penghujan seperti saat ini, masyarakat Kabupaten Kediri diimbau agar senantiasa waspada, terhadap bahaya serangan gigitan nyamuk aedes aegypti. Sebab, gigitan nyamuk jenis satu ini dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. 

Apalagi musim penghujan seperti ini menjadi pemicu perkembangbiakan nyamuk yang kian pesat.

Retno Handayani, Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengatakan, dalam 3 bulan terakhir ini, yakni September – November 2022, kasus demam berdarah di Kabupaten Kediri mulai mengalami peningkatan. Di mana Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri mencatat kurang lebih 72 kasus ditemukan selama kurun waktu tiga bulan terakhir tersebut.

“72 temuan kasus tersebut dengan rincian bulan September terdapat 36 kasus, bulan Oktober terdapat 30 kasus dan belum genap November ini sudah terdapat 6 kasus,” ujarnya.

Retno menyebut, secara kumulatif, Januari sampai dengan November 2022 ini, dirinya mencatat telah terdapat kurang lebih 262 kasus demam berdarah yang menyerang warga Kabupaten Kediri. Di mana tiga di antaranya meninggal dunia.

Saat disinggung terkait penyebarannya, Retno mengaku, untuk wilayah yang paling tinggi terdampak kasus demam berdarah yakni berada di Kecamatan Pare dengan 33 kasus. Sedangkan di posisi selanjutnya ditempati oleh Kecamatan Kepung dengan 28 kasus dan di posisi selanjutnya terdapat Kecamatan Puncu dengan 19 kasus.

Menurut Retno, berdasarkan pengalaman sebelumnya. Puncak dari kasus demam berdarah biasa terjadi pada akhir Desember hingga Januari. 

“Biasanya waktu naik-naiknya iti terjadi pada dua bulan itu,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya populasi nyamuk Aedes Aegypti ini, Retno memaparkan upaya paling efektif untuk mencegah demam berdarah yakni dengan melakukan gerakan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yakni menguras, menutup dan mengubur.(glh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *