4 Maret 2024
Perubahan Besar Struktural Manajemen Persik Disorot DPRD Kota Kediri

Perubahan Besar Struktural Manajemen Persik Disorot DPRD Kota Kediri

Kediri, demonstran.id – Perubahan struktural secara besar-besaran yang terjadi di internal manajamen Persik Kediri menimbulkan pandangan ganda dari sejumlah pihak, tanpa terkecuali dari kalangan Anggota DPRD Kota Kediri.

Bila melihat aspek dari segi positifnya, memang kedatangan sejumlah investor yang masuk di jajaran manajemen Persik Kediri tersebut diyakini dapat membuat tim kebanggaan warga Kota Kediri itu semakin lebih baik dalam menjalani perhelatan sebagai kontestan tim di kompetisi Liga Indonesia.

Bisa dipastikan, dengan hadirnya sejumlah investor seperti Gading Marten yang saat ini menjabat sebagai Presiden klub, dan gerbong kepengurusan baru lainnya dapat memberikan dampak positif, baik dari segi manajerial maupun finansial tim dengan julukan ‘Macan Putih’ itu.

Seperti yang diutarakan oleh Choirudin Mustofa, Anggota DPRD dari Fraksi Nasdem itu menilai, jika Persik Kediri saat ini sudah berani membuka diri untuk go publik.

“Bagi saya, investor dari putra daerah maupun pihak luar tidak menjadi masalah. Sebab yang terpenting ialah dapat mendongkrak prestasi Persik Kediri di kancah persepakbolaan Liga Indonesia. Karena tidak dapat dipungkiri, di era perkembangan sepak bola saat ini mengharuskan sebuah klub profesional diwajibkan untuk berjalan secara mandiri, tanpa adanya penggunaan uang dari pemerintah daerah atau APBD. Peraturan itu sendiri sudah diteken dan disahkan Mendagri pada Mei 2011 lalu. Dengan adanya aturan itu, klub sepakbola di berbagai daerah perlu memiliki skenario pembiayaan yang bisa melibatkan pihak swasta, sehingga bisa menjadi klub profesional dan tidak tergantung pada APBD,” ujarnya kepada Demonstran.id, Rabu (23/3/22).

Meski begitu, Tofa sapaan akrab Anggota DPRD Kota Kediri ini sebenarnya juga memiliki kekhawatiran tersendiri, terhadap masuknya sejumlah investor di internal manajemen Persik Kediri. Kekhawatiran itu di antaranya ialah adanya tendensi adanya perubahan nama maupun home base klub.

Karena dua hal tersebut dinilai cukup marak terjadi di periodesasi sepakbola Indonesia di beberapa waktu terakhir ini. Sebagai contohnya ialah tim asal Liga 2, Cilegon FC yang kini berganti nama Rans Cilegon FC. Hal ini terjadi lantaran Cilegon FC telah diakusisi oleh artis ternama di Indonesia Raffi Ahmad. Lalu tim yang mengalami perubahan nama lainnya ialah Putra Safin Group (PSG) Pati yang secara resmi beralih nama menjadi AHHA PS Pati. Ini menyusul masuknya Atta Halilintar dan Putra Siregar dalam jajaran direksi di klub tersebut.

“Dari sejumlah contoh klub yang sudah berganti itu, saya berharap sekaligus mewanti-wanti terhadap manajemen baru Persik Kediri, agar tidak melakukan perubahan nama maupun home base klub. Sebab, Persik Kediri bisa dikatakan adalah salah satu icon sekaligus obyek kebanggaan atas nama besar warga Kota Kediri. Jadi saya minta jangan sampai ada perubuhan pada dua hal itu” ungkapnya.(glh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *