25 Juni 2024
Pelaku Pencabulan di Kediri Mendadak Penyakit Jantung Kambuh Saat Diperiksa Polisi

Pelaku Pencabulan di Kediri Mendadak Penyakit Jantung Kambuh Saat Diperiksa Polisi

Kediri, demonstran.id – Pelaporan terhadap terduga pelaku pencabulan yang terjadi di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantern, Kota Kediri mulai ditindaklanjuti kepolisian.

Penyidik Polres Kediri Kota pun langsung memanggil ST (74), terduga pencabulan atas 6 bocah SD di Pakunden tersebut.

Namun, saat ST hendak dilakukan pemeriksaan, ST justru dilarikan ke Rumah Sakit lantaran penyakit jantungnya kambuh.

Sebelumnya, ST (74) dilaporkan oleh ML seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Pakunden, Kota Kediri ke SPKT Polres Kediri Kota, atas tindak asusila terhadap dua putrinya. Perbuatan cabul itu dilakukan ST di musala, saat korban mengaji dan hendak menunaikan salat berjamaah.

Terkait kasus ini, Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Tomy Prambana mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi, termasuk terlapor.

Dalam pemeriksaan awal itu, terlapor sudah mengakui perbuatannya. Hanya saja usai pemeriksaan itu, ST jatuh sakit. Saat ini, dia masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Terlapor sudah sempat kita lakukan pemeriksaan tapi ketika selesai diperiksa yang bersangkutan sakit karena memang ada riwayat jantung,” kata AKP Tomy Prambana, Jumat (22/4/2022).

Saat ini, ST masih berstatus sebagai saksi. Namun, Tomy memastikan proses hukum tetap berlanjut. Karena dalam pemeriksaan awal, ST mengakui perbuatannya. Bahkan, kakek yang juga sebagai pencari barang rongsokan itu mengaku korbannya lebih dari satu.

“Pemeriksaan awal yang bersangkutan (ST) mengakui. Korban yang melapor satu, terduga ini pengakuannya (korban) lebih dari satu,” pungkasnya.

Sementara itu, ML dalam keterangan sebelumnya, mengatakan korban kakek cabul diduga mencapi 6 orang. Korbannya rata-rata kelas 1 SD.

Dalam aksinya, ST memberikan iming-iming uang Rp2.000-Rp.5.000. Setelah itu pelaku mempaksa korban untuk mau dipegang alat vitalnya.(glh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *