29 November 2022
Mahasiswa UNP Kediri Tingkatkan Perekonomian Warga Desa Kalikejambon-Tembelang-Jombang Melalui Program Pengembangan Pemberdayaan Desa (P3D) di Tengah Pandemi Covid-19

Mahasiswa UNP Kediri Tingkatkan Perekonomian Warga Desa Kalikejambon-Tembelang-Jombang Melalui Program Pengembangan Pemberdayaan Desa (P3D) di Tengah Pandemi Covid-19

Kediri, demonstran.id – Keuletan dalam melestarikan kesenian daerah jika ditekuni dapat memberikan rezeki tersendiri, seperti halnya yang dilakukan mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Tari dan Karawitan.

Setelah lolos dan menuntaskan program PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa), mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Tari Karawitan “Ghitanala Nusantara” mendapatkan tiket keberlanjutan dalam kegiatan P3D (Program Pengembangan Pemberdayaan Desa) sebagai tahap paripurna atau penyempurnaan dari PHP2D agar desa binaan benar-benar memiliki masyarakat yang mandiri, kreatif, inovatif yang berdampak terhadap peningkatan perekonomian.

Kegiatan yang dilaksanakan di Dusun Sawen Desa Kalikejambon Kabupaten Jombang memiliki beberapa program pelatihan dengan fokus peningkatan pemasaran, manajemen organisasi dan penambahan produk baru terhadap ibu-ibu PKK dan karang taruna. Potensi desa yang sudah dimiliki setelah mendapatkan pelatihan di tahun sebelumnya terbentuklah suatu kelompok pengrajin topeng barongan.

Namun kurangnya manajemen kepemimpinan dan pemasaran produk menjadi fokus dalam kegiatan P3D kali ini, selai itu inovasi produk menjadi penting sehingga produk bervariasi.

Adanya kegiatan P3D mendapatkan respon baik dari masyarakat hal itu terbukti dari meningkatnya jumlah anggota dari yang sebelumnya 24 anggota menjadi 50 anggota.

Dalam sambutannya, Akhmad Iswahyudi, S.E. sebagai kepala desa Kalikejambon berharap program ini tidak berhenti sampai disini, ada program-program lain yang dapat meningkatkan SDM generasi pemuda Sawen agar mampu menjadi generasi yang berdaya guna dan berdaya saing.

Berbeda dengan pembuatan barongan pada umumnya yang menggunakan bakalan dari kayu, pada pelatihan ini bahan yang digunakan terbuat dari sponge eva dengan mempertimbangkan harga, bahan dan kemudahan dalam proses produksi sehingga produktifitas barang menjadi lebih banyak.

“Harga untuk topeng barongan kayu yang besar dipatok dengan harga 200.000, sedangkan yang ukuran sedang 100.000 dan barongan yang terbuat dari sponge eva dipatok dengan harga 50.000 dan mainan pecut 10.000, selain itu juga ada promosi menarik bagi pelanggan yang membeli produk diatas 5 unit ” ujar Nindy selaku ketua P3D.

Dalam pelaksanaannya ibu-ibu PKK dan pemuda karangtaruna dibekali keahlian membuat seni kerajinan topeng barongan dari sponge eva, pembuatan mainan pecut, selain itu meningkatkan pemasaran produk secara online dengan memanfaatkan platfom-platfom digital, membangun jejaring pihak eksternal dengan cara mendatangi langsung penjual mainan kerajinan barongan di daerah Jombang, Kediri, Blitar, Nganjuk, Bojonegoro, Tulungagung dan lainnya. Selain itu pelatihan manajemen keorganisasian menjadi penting untuk memunculkan jiwa lidership yang kuat dari para pemuda.

Kegiatan yang dilakukan kurang lebih selama empat bulan ini diharapkan mampu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di Dusun Sawen Desa Kalikejambon di masa pandemi covid-19. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *