2 Februari 2023
Begini Kesaksian Nur Kholis Korban yang Diincar Pelaku Pembunuhan

Begini Kesaksian Nur Kholis Korban yang Diincar Pelaku Pembunuhan

Kediri, demonstran.id – Peristiwa pembantaian yang terjadi di Dusun Bangunmulyo Desa Pojok Kecamatan Wates Kabupaten Kediri membuat semua warga di lingkungan tersebut trauma hingga tidak bisa tidur. Hal ini juga terjadi pada Nur Kholis Ketua RT yang juga menjadi korban pembacokan dari Riyanto, pada Senin (7/3) kemarin, namun berhasil lolos dari kejaran pelaku.

Nur Kholis ditemui demonstran.id saat memberikan keterangan sebagai saksi di Polsek Wates mengatakan awal mulanya kejadian pembacokan tersebut.

Saat itu Nur Kholis bersama istrinya berada disamping rumahnya, melihat Riyanto berada di Pos Kampling sambil clingak clinguk dengan sabit ditangannya. Saat melihat kerumah Nur Kholis, pelaku lantas menghampiri Nur Kholis. Saat sudah agak dekat jaraknya, Nur Kholis lantas bertanya kepada pelaku.

” Kamu mau ngapain, nyari siapa, namun pelaku lama baru jawab kalau pelaku mencari anaknya Nur Kholis mau diajak mencari rumput,” jelas Nur Kholis.

Saat mendekat ke posisi Nur Kholis, Nur Kholis bersama istrinya melihat wajah pelaku tampak tak seperti biasanya, mukanya menghitam dan tatapan matanya sayu dan kosong sehingga wajahnya sulit dikenali tidak seperti wajah pelaku yang sehari hari

” Saat pelaku semakin mendekat, istri saya menyuruh saya lari, sementara istri saya masuk kemudian lari lewat pintu depan memberi tahu orang tuanya pelaku,” terangnya.

Nur Kholis merasa diincar oleh pelaku langsung lari menyelamatkan diri ke rumah mertuanya melalui gudang pakan selanjutnya masuk rumah mertuanya yang bernama Abdul Azis yang juga jadi korban tewas dalam peristiwa tersebut. Saat berada di rumah mertuanya, pintu belakang langsung dikunci namun oleh pelaku berhasil didobrak selanjutnya Nur Kholis lari lewat pintu depan.

Nah saat itulah mertuanya yang bernama Abdul Azis saat mendengar suara gaduh diluar lantas keluar dari kamar dan menjadi korban pembacokan hingga meninggal, bahkan adik Nur Kholis pun ikut terkena bacokan.

Mengetahui adik dan bapak mertuanya jadi korban pembacokan yang dilakukan Rianto, Nur Kholis tidak berani menolongnya karena masih terus dikejar oleh pelaku. Hingga sampai di sumur milik tetangga, pelaku mengayunkan sabitnya ke arah Nur Kholis namun berhasil ditangkis menggunakan timba.

” Saat disumur itu, ayah pelaku yang bernama Siswo berhasil menangkap pelaku dan menyuruh sabar serta istigfar, karena tenaganya kalah kuat dengan pelaku, ayah pelakupun ikut terkena bacokan, bahkan ibu serta adiknya yang saat ini kritis juga terkena bacokan dari pelaku,” tambahnya.

Nur Kholis yang tetap dikejar oleh pelaku terus berlari ke arah rumah Kasiani. Saat melihat Kasiani yang masih pamannya, pelaku kemudian menyerang Kasiani, Melihat suaminya diserang pelaku, Mujayanah, istri Kasiani berusaha melindungi suaminya justru harus kehilangan nyawanya lantaran dibacok oleh pelaku pada leher bagian belakang.

Pelaku yang seperti kerasukan semakin kalap. Dia terus mengejar Nur Kholis yang berlari ke arah timur. Hingga bertemu dengan pak Kasianto

“Saat itu saya jatuh dan ndak ingat apa apa, saat bangun melihat tangan saya sudah terluka, ndak tahu kena apa,” ucapnya.

Nur Kholis menambahkan hingga saat ini jika dirinya berada di belakang rumah mertuanya masih terngiang saat peristiwa sadis yang terjadi Senin siang kemarin.

Nur Kholis juga mengatakan bahwa antara dirinya dan pelaku tidak ada masalah pribadi.

” Saya memastikan bahwa antara saya dan pelaku tidak ada masalah pribadi. Pelaku sendiri terkenal sangat pendiam, tertutup, dan jarang bersosialiasi.Namun agamanya baik dia rajin solat, sering ikut pengajian dan rutin selalu hadir, sementara kedua orang tuanya juga baik bahkan ibu korban merupakan ketua dari pengajian ibu ibu dilingkungan ini,” imbuhnya.

Untuk pelaku sebenarnya bukan warga Dusun Bangunmulyo, sejak menikah, sekitar 2 tahun lalu, pelaku pindah ke rumah istrinya di Desa Purworejo.

Pelaku hanya pagi hingga sore berada di Dusun Bangunmulyo untuk bekerja jika ada pekerjaan kalau tidak ya mencari rumput untuk sapinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa telah terjadi peristiwa pembantaian yang dilakukan oleh seorang pria yang bernama Rianto dengan korban 10 orang 3 meninggal dunia,1 kritis dan 6 mengalami luka bacokan. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Bangun Mulyo, Desa Pojok, Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, pada Senin kemarin.(yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *